Janganlah kau sia-siakan hidup dengan perbuatan yang tidak berguna.

Minggu, 19 Juni 2011

BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM


Pada pembahasan sesion ini kita akan mengangkat masalah pacaran. Pacaran yang sudah merupakan fenomena mengejala dan bahkan sudah seperti jamur dimusim hujan menjadi sebuah ajang idola bagi remaja . Cinta memang sebuah anugerah, cinta hadir untuk memaniskan  hidup di dunia apalagi rasa cinta kepada lawan jenis, sang pujaan hati atau sang kekeasih hati menjadikan cinta itu begitu terasa manis bahkan kalo orang bilang bila orang udah cita maka empedu pun terasa seperti gula. Begitulah cinta, sungguh hal yang telah banyak menjerumuskan kaum muslimin ke dalam jurang kenistaan manakala tidak berada dalam jalur rel yang benar. Mereka sudah tidak tahu lagi mana cinta yang dibolehkan dan mana yang dilarang.
Kehidupan seorang muslim atau muslimah tanpa pacaran adalah hambar, begitulah kata mereka. Kalau dikatakan nggak usah kamu pacaran maka serentak ia akan mengatakan " Lha kalo nggak pacaran, gimana kita bisa ngenal calon pendamping kita ?". kalo dikatakan pacaran itu haram akan dikatakan, " pacaran yang gimana dulu.". Beginilah keadaan kaum muda sekarang, racun syubhat, dan racun membela hawa nafsu sudah menjadi sebuah hakim  akan hukum halal-haram, boleh dan tidak. Tragis memang kondisi kita ini, terutama yang muslimah. Mereka para muslimah kebanyakan berlomba-lomba untuk mendapatkan sang pacar atau sang kekasih, apa sebabnya, " Aku takut nggak dapat jodoh ". Muslimah banyak ketakutannya tentang calon pendamping, karena mereka tahu bahwa perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1 : 5. Tapi apakah jalan pacaran sebagai penyelesaian ? Jawabnya Tidak. Bagaimana bisa, kita ikuti selengkapnya pembahasan ini sebagai berikut, ( diambil dari buku Pacaran dalam Kacamata Islam karya Abdurrahman al-Mukaffi)
Dikatakan beliau bahwa  pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang tidak dirahmati oleh Allah, karena ketiga rukun yang menumbuhkan rasa cinta menyatu di luar perkawinan. Hal ini dilakukan dengan dalih sebagai suatu penjajakan guna mencari partner yang ideal dan serasi bagi masing-masing pihak. Tapi dalam kenyataannya masa penjajakan ini tidak lebiih dimanfaatkan sebagai pengumbaran nafsu syahwat semata-mata, bukan bertujuan secepatnya untuk melaksanakan perkawinan
Hal ini tercermin dari anggapan mereka bahwa merasakan ideal dalam memilih partner jika ada sifat-sifat sebagai berikut :
1.      Mereka merasa beruntung sekali jika selalu dapat berduaan, dan berpisah dalam waktu pendek saja tidak tahan rasanya. Dan keduanya merasa satu sama lain saling memerlukan.
2.      Mereka merasa cocok satu sama lainnya. Karena segala permasalahan yang sedang dihadapi dan dirasakan menjadi masalah yang perlu dicari pemecahannya bersama. Hal ini dimungkinkan karena mereka satu dengan lainnya merasa dapat mencapai saling pengertian dalam seluruh aspek kehidupannya.
3.      Mereka satu sama lain senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menuruti kemauan sang kekasih. Hal ini dimungkinkan karena perasaan cinta yang telah tumbuh secra sempurna dengan pertautan yang kuat.
Tapi tanpa disadari, pacaran itu sendiri telah melambungkan perasaan cinta maki tinggi. Di sisi lain pacaran menjurus pada hubungan intim yang merusak cinta, melemahkan dan meruntuhkannya. Karena pada hakekatnya hubungan intim dalam pacaran adalah tujuan yang hendak dicapai dalam pacaran. Oleh karena itu orang yang pacaran selalu mendambakan kesyahduan. Dengan tercapainya tujuan tersebut kemungkinan tuntutannya pun mereda dan gejolak cintanya melemah. Hingga kebencian menghantui si bunga yang telah layu, karena si kumbang belang telah menghisap kehormatan secara haram.
Tak ubahnya seperti apa yang dinginkan oleh seorang pemuda untuk memadu cinta dengan dara jelita kembang desanya. dalam pandangannya sang dara tampak begitu sempurna. Higga kala itu pikiran pun hanyut, malam terkenang, siang terbayang, maka tak enak, tidur pun tak nyenyak, selalu terbayang si  dia yang tersayang. Hingga tunas kerinduan menjamur menggapai tangan, menggelitik sambil berbisik. Bisikan nan gemulai, tawa-tawa kecil kian membelai, canda-canda hingga terkulai, karena asyik, cinta pun telah menggulai. Menggulai awan yang mengawang, merobek cinta yang tinggi membintang, hingga luka mengubur cinta.
Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, " Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. " " Bohong !" Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah  membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.
Rasulullah bersabda,
" Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya."
Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini.  Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.
1.      Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis,      pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, "Akankah ia mencintaiku." Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.
2.      Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, "Aku mencintaimu". Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, "I LOve You". Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan  pun dibuat, ada ijin sang romeo untuk datang kerumah, "Apel Mingguan atau Wakuncar ". Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.
3.      Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. " buktikan cintamu sayangku". Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na'udzubillah
Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan,  dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.
Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang  suci, bukanlah dengan pacaran , cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :
1.      Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?
2.      Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? " Aku ingin calon pendamping yang baik-baik" Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi " Aku bukan calon pendamping yang baik" , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?
3.      Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari'at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?
4.      Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
5.      Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?
6.      Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah.
Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.
Inti dari pembahasan ini adalah "PACARAN ITU HARAM"
Khusus pembahasan ini bila ada komplain atau pertanyaan lanjutan silahkan kamu sampaikan di Forum Curhat dan Konsultasi . T4CurTasi@egroups.com 
sumber : Ngaji Salaf 2000



Jumat, 17 Juni 2011

Motivasi Kehidupan

Secuplik Motivasi Mudah-mudahan Bermanfaat.
Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai 'office boy' di Microsoft.
Manajer SDM mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.

"Anda bekerja?"katanya,
"Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja."
Pria itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email".
"Maafkan aku", kata manajer HR. "Jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan".

Orang itu tanpa harapan sama sekali. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan hanya memiliki uang $ 10 di saku.
Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10kg peti tomat.
Dia kemudian menjual secara keliling tomat itu dari rumah ke rumah.
Dalam waktu kurang dari dua jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya.
Dia mengulangi penjualannya secara keliling tiga kali, dan pulang dengan uang $ 60.
Lelaki itu menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat sehari-hari dan sering pulang larut malam mendagangkan jualannya hari demi hari uang keuntungan yg didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam penjualannya sehari-hari.
Tak lama, ia membeli mobil, lalu truk, dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri.

5 tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retailer terbesar di Amerika Serikat.
Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.
Dia memanggil broker asuransi, dan memilih rencana perlindungan.
Ketika percakapan broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk keperluan asuransi.
Pria itu menjawab, "Aku tidak punya email".
broker itu menjawab ingin tahu mengapa ia tidak punya email,

"Anda tidak memiliki email, namun telah berhasil membangun sebuah imperium perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa terjadi jika Anda memiliki email!!?"

Pria itu berpikir sejenak dan menjawab, "Ya, aku akan menjadi seorang office boy di Microsoft!!".


"Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup terlalu lama sehingga tidak melihat pintu lain yang telah terbuka" (Helen Keller) (Hendra Setyawan)

http://www.facebook.com/Rickal90#!/note.php?note_id=206205732756228

Minggu, 12 Juni 2011

ANTARA KEBAIKAN DAN KEBURUKAN


Pancaran sinar mentari sangat menyejukan suasana di pagi hari, kicauan burung-burung yang begitu indah akan tetapi tidak tidak seperti kehidupan Yuli yang suram. Yuli adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal di Desa Kembang Sari Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Komering Ilir, dia tinggal sendirian di gubuk tuanya yang hampir saja ambruk, jika ada angin kencang yang datang secara tiba-tiba gubuk pasti akan rata dengan tanah. Kasihan sekali hidup Yuli.
Setiap hari hidup Yuli selalu menderita, tidak perna Yuli merasa senagn atau bahagia seperti yang dirasakan oleh orang lain, terkadang untuk mendapatkan sesuap nasipun dai harus mencari-cari dahulu. Akan tetapi tidak ada yang perduli dengan dia, apalagi memberikan pekerjaan. Yulu setiap hari merasakan kelaparan.
Suatu hari Yuli mendatangi tempat yang jauh dari keramaian warga, dia melihat dari kejauhan seorang laki-laki tua, lalu dia menghampiri laki-laki tua tersebut untuk memintah pertolongan “Pak, Bolehkah saya minta tolong? (sambil merintih) “Minta tolong apa? Jawab laki-laki tua “ Saya belum makan dari kemarin pak! “Lalu” jawab laki-laki tua, “Berikan saya beras untuk saya bertahan hidup” “Akan kuberi kau beras, tapi kau harus menemaniku seharian dirumah” kata laki-laki tua tersebut. Dengan cepatnya Yuli meninggalkan tempat tersebut dengan membawah tangan kosong, usaha Yuli untuk mendapatkan makanan sia-sia, sehari kemudian Yuli mendatangi lagi rumah laki-laki tua tersebut, akan tetapi laki-laki itu masih mengatakan hal yang sama seperti hari kemarin, mendengarkan jawaban dari laki-laki tua tersebut Yuli langsung pulang dan membawah tangan kosong, keesokan harinya Yuli mendatangi lagi rumah laki-laki tua itu dalam keadaan lelah dan payah suara yang parau, mata yang sayup dan badannya kurus membungkuk karena menahankan rasa lapar yang tiada tara, laki-laki tua itu sudah mengetahui maksud dan tujuan Yuli, tanpa basa-basi laki-laki tua itu langsung mengusir Yuli dan sambil berkata “kalau kau mau menemaniku seharian di rumah akan kuberi kau beras, Yuli langsung pulang dan lagi-lagi membawah tangan kosong.
Keesokan harinya Allah memberikan Hidayah_Nya kepada laki-laki tua tersebut, Laki-laki itu sadar akan perbuatannya yang begitu kejam kepada Yuli, wanita yang sudah berapa hari belum makan, Ya Allah aku bertaubat kapada_Mu atas perbuatanku.
Laki-laki tua itu langsung mengambil beras dan mencari Yuli, dilihatnya dari kejauhan sesosok wanita yang duduk di pinggir jalan sambil memegang perutnya lalu dihampirinya wanita \tersebut, ternyata wanita tersebut Yuli yang sedang menahankan kelaparannya, laki-laki itu langsung minta maaf kapada Yuli dan langsung memberikan beras yang dibawahnya dari rumah, Dengan ikhlasnya laki-laki tua itu memberikan beras kepada Yuli “terima kasih” ujur Yuli semoga kebaikanmu dibalas oleh Allah Swt.
                                                                        Karya: Rika Alpian

MASIH ADAKAH CINTA ANTARA KITA

Add caption
 Cinta...
Cinta datang dengan sendirinya
Cinta datang dan pergi begitu saja
  Bagaikan ombak yang menyapu  pesisir pantai

Dulu cinta ada antara kita
Dulu cinta selalu membuat kita bersama
Saat cinta pergi dari kehidupanku
Aku selalu larut dalam kesendirian

Aku mencoba untuk selalu tersenyum
Walau dalam hati kecilku bersedih
Hari-hari kelalui tanpamu cinta
Ohh Cinta....
Setelah sekian lama kau pergi
Kini kau datang kembali
Kini kau membuatku bertanya-tanya
Masih adakah cinta antara kata.

Karya: Rika Alpian

Sabtu, 21 Mei 2011

Sampai Kapan?

                                                        Hidup hanya untuk mencintaimu” menyayangimu”membahagiakanmu” Aku bicara padamu” ketika engkau tertidur, mungkin tak terasa mimpi akan menyampaikan dalam tidurmu” Teriakanku mungkin tak terdengar  karena kau berada di kejauhan, tapi bila kau percaya angin akan menyampaikan semua isi hatiku”
Cinta sejati selalu berusaha  setia dan memaafkan kekasihnya, meskipun dia terus di hianati dan di sakiti “ Bukan berarti  dia tidak tabah, bukan karena dia tidak bisa menemukan cinta yang lain,  dan bukan pula dia telah melupakan sakit yang dia alami” Tetapi karena dia selalu mengenang semua  kebahagiaan yang perna dilewati dan  merasa  ingin mengulanginya kembali.
Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu meneteskan air mata dan masih peduli terhadapnya, Cinta yg Sebenarnya  adalah  ketika dia tak mempedulikan mu” dan kamu masih tetap menunggu dengan setia, Cinta yg sebenarnya adalah  ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu  masih bisa tersenyum dan berkata ”Aku berkata turut berbahagia untukmu”.
Mencintai bukan berarti harus dicintai Balik” Cinta bagaikan pasir,  semakin di tekan maka semakin sulit untuk di pertahankan. Tetesan air mata dan menangislah bila cinta tak kunjung datang jika itu bisa membuatmu puas dan kamu masih menunggu dengan setia. Sesungguhnya aku ingin memberontak  melawan hidup dan waktu, Walau aku tahu musim gugur takkan mungkin menjadi musim semi.
Kemana lagi aku berlari? Pada siapa lgi aku mengaduh? Jika satu-satunya orang yang bisa menghentikan tangisku adalah orang yang sekarang ini sedang buat aku menangis. Siapakah engkau yang mengendalikan perasaanku dari balik tembok penasaan. Siapakah engkau yan telah bicara padaku, Tapi aku tak perna temukan. Aku menulis pada halaman kehidupan dengan tinta hitam tetesan air mata, tentang penyakit cinta yang membuatku terpuruk. Tetes demi tetes waktu terus membasahi jalanku, detik demi detik cintaku selalu mengagungkan dirimu, engkau menyelubungi pandanganku dengan kilauan warna  tubuhmu yang mengilaukan mataku sehingga tak ada lagi kehidupan selain dirimu.
Saya mungkin tidak bisa selalu membuatmu tertawa bahagia karena kemampuan saya terbatas untuk memberikan setiap bentuk kesenangan yang kamu sukai, Tapi ketahuilah, bahwa aku selalu siap menangis untukmu, karena ketulusan hati saya tidak terbatas untuk mengambil setiap derita yang kamu benci. Aku ingin di cinta apa adanya , “tapi bukan dengan memaksa untuk di cintai”, Aku ingin cinta itu yang sebenarnya tanpa harus menilai sisi kekurangan dan kelebihan. Kita sebagai manusia biasa tak ada yang sempurna.
“Apalah artinya cinta jika cinta itu tak perna kita dapatkan. Jika jalan sulit untuk bersatu, bila aku tak berujung denganmu biarlah kisah ini ku kenang untuk selamanya”.  
http://www.facebook.com/Rickal90?sk=notes#!/note.php?note_id=179366592099600

Kamis, 19 Mei 2011

Yang Tak Terlupakan

Nama                              :  Rika Alpian
NIM                                :  122008035
Mata Kuliah                   :  Kajian Prosa Fiksi
Dosen Pengajar              :   1. Dra.Ellyda Husin, M.Pd.
                                             2. Iin Parlina, S.Pd.


            Di Halte, aku melihat perempuan yang berparas cantik memakai jilbab warna putih. Dia bersama dengan teman-temannya dan aku bersama dengan teman-temanku. Temanku bernama Andi dan Nata, Kedua temanku memintaku berkenalan dengan perempuan tersebut. Awalnya aku tidak mau berkenalan karena merasa malu, tetapi teman-temanku memaksa aku untuk berkenalan dengan perempuan itu, akhirnya aku memberanikan diri untuk berkenalan dengan perempuan tersebut.

 Selangkah demi selangkah kakiku menujuh kearah perempuan itu, saat dihadapannya aku menyapanya dengan baik. “Hai!” dia hanya diam dan tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya, lalu aku ingin berkenalan dengan dia, Sambil menjabatkan tangan aku berkata, “hai bolehkah aku  berkenalan dengan kamu?” Apa yang terjadi? Hemmm, ternyata tanganku  tidak disambutnya dan pembicaraanku tidak ada arti baginya.

Semua teman-temanku tertawa melihatku dari kejauhan, aku merasa malu sekali, lalu aku berkumpul kembali dengan teman-teman, dan Andi menyapa ku “bagaimana Ril?” Nata pun juga bertanya “iya Ril bagaimana berhasil tidak kenalannya?” lalu saya menjawab “sukses apa!!!” Jangankan kenalan dengar suaranya saja tidak, yang aku dapat hanya rasa malu, teman-temanku semakin menertawakan ku, bertepatan dengan itu datanglah Heri dengan Wawan dan berkata “ kenapa-kenapa?” Andi menjawab “tidak apa-apa Wan, ini... Aril mau kenalan dengan perempuan yang itu”  Heri berkata “Perempuan mana?” Andi menjawab “itu Ri perempuan yang pakai jilbab warna putih itu” “ooohhhh” kata Wawan. Andi dan Nata masih saja tertawa dan Andi berkata “kemarin  kami berdua sudah mau berkenalan dengan perempuan itu tetapi tidak diperdulian, sama seperti Aril” ternyata saya sengaja dijebak teman-temanku... Kurang ajar, Tunggu ya pembalasanku!!!

Hari-hari berikutnya aku bertemu lagi dengan perempuan itu, entah setan apa yang merasuki perempuan itu tiba-tiba dia tersenyum saat berpapasan dengan ku di jalan, rasanya senang banget karena mendapatkan senyuman manis dari perempuan cantik. Keesokan harinya aku mau kenalan dengan dia. ternyata dia mau  berkenalan denganku, namanya Indah. Nama yang cantik, secantik orangnya, kerena ingin kenal lebih dekat dengan dia aku memintah nomor hendphone dia dengan temannya, dengan susah payah aku mencari nomor handphonenya, setiap temannya yang aku minta nomor handphone Selalu bilang tidak ada, ternyata setelah ku selidiki bukanya tidak ada, akan tetapi memang sengaja tidak mau memberi, karena dia juga berniat mendekati perempuan itu. Pantasss!!! Akhirnya aku berhasil mendapatkan apa yang ku cari, aku diberi tahu teman Indah. Kami jadi sering ketemuan dan saling bertukar pikiran, aku dan dia terasa ada kecocokan lalu aku mencoba menyatakan perasaanku lewat Sms. Ternyata dia juga ada perasaan sama aku tetapi dia belum mau  untuk berpacaran karena dia masih trauma atau sakit hati dengan mantan pacarnya yang dulu menyakiti hatinya, aku  belum menerima jawaban dia, lalu aku menelpon dia malam harinya dan aku bilang sama dia “aku sayang sama kamu, Apakah kamu mau menjadi pacarku?” ku tunggu jawaban kamu minggu depan.

            Beberapa hari kemudian aku ke rumah dia, untuk menanyakan kembali, apa yang ku tanyakan pada  dia, aku bersama dengan teman-temanku, temanku bernama Andre, Hendra dan Andra. Setelah sampai ke rumahnya kami bersilaturahmi dengan keluarganya sambil berbincang-bincang. Temanku yang bernama Andre menatap Indah  dengan tajam, tidak lama kemudian teman-temanku keluar semua dari rumah Indah, tinggal kami berdua saja di dalam rumah, lalu aku menanyakan kembali apa yang ku tanyakan pada dia, dia menjawab “saya belum mau pacaran, untuk sekarang kita berteman dulu, saya masih sakit hati dengan mantan pacar saya dulu, maaf ya” karena tidak percaya dengan jawaban dia, aku mengulangi lagi pertanyaanku, dan itupun tidak merubah jawaban dia, karena hari sudah sore kami beranjak pulang, awalnya  bersenang-senang ke rumah orang disayang waktu pulangnya menangis dalam tawa atau menangis dalam hati.
            Beberapa hari kemudian temanku yang bernama Andre bertanya kepadaku “Ril! bagaimana kemarin? Kabarnya kamu menyatakan cinta dengan Indah?” “tahu dari siapa Ndre”? Andre menjawab “ya tahulah, aku tahu dari Indah sendiri, semalam aku nelpon dia”.”oohh” ujar ku. Lalu aku  bilang sama Andre “Iya Ndre, tapi cintaku bertepuk sebelah tangan,  dia belum mau berpacaran”  Lalu Andre berkata “Ril! aku juga suka dengan Indah” “kalau kamu suka dengan dia kamu bilang saja dengan dia” ujar ku. Ternyata Andre sudah menyatakan perasaannya dengan Indah tanpa sepengetahuanku, rasa sakit dalam hati semakin besar setelah tahu mereka sudah berpacaran.
Selamat ya untuk kalian semoga bahagia! Amin!!!
Dengan deraian air mata, aku goreskan tinta pena pada buku harianku “Aku tak mengira jika cintaku padanya bertepuk sebelah tangan, hingga aku pun harus menyadari bahwa orang  yang dia cintai lebih dari diriku, apalah aku ini? aku hanya manusia biasa yang tak memiliki kesempurnaan, apalah aku ini? aku hanya berusaha untuk mendapatkan cintanya, karena itu aku beranikan diri untuk bilang kalau aku cinta padamu, dan itu adalah kejujuranku. Namun cintaku harus kandas dengan tragis, kau lebih memilih dia yang aku kira memang lebih baik dari diriku, kau memang tak salah memilih, seharusnya pula kau memilih dia untuk dirimu, aku adalah aku, tak lebih dari seorang pecundang, berani mengutarakan maksud hati yang tak semestinya, dan tentunya, kau menginginkan yang terbaik. Aku menyadari sepenuhnya, cintaku hanya bagian kisah kecil dari hidupmu, yang tak berarti bila kau bandingkan dengan dirinya, aku tetaplah aku, dengan sekecil cintaku,  kau memang tampak bahagia dengan dirinya, tersenyum di sebagian kesedihanku, tertawa di sisi tangisku, aku tak berdaya, akan cinta kalian berdua, karena itu, cintaku tak menyala di hatimu. Aku menyadari itu, karena itu izinkanlah aku pergi darimu, membawa luka dihatiku, kusadari kepergianku tak berarti bagimu, namun doaku selalu menyertaimu”.
Semoga  Bahagia Cinta, Kau adalah  Bagian Dari Kehidupanku!!! Sedetik saja aku mengenalmu, butuh waktu yang lama untuk melupakanmu. Mungkin ini adalah sejarah yang tak mungkin dapat terlupakan dalam hidupku.


                                                                                                       Karya : Rika Alpian/ Rickal Reborn 
                                                                                                       30 Juni 2010

Sahabat

Lama sudah bersama
Memberi arti di hati
Hari pasti berganti
Namun kau tetap di sini

Berbagi semua kisah
Canda tawa serta ceria
Air mata dalam duka
Kita masih bersama
Rajut mimpi-mimpi indah

Menghias dunia kita
Berjanji di dalam cita
Akan selalu bersama

Kita bisa bernyanyi
Sunyi di dalam rahasia
Kita senantiasa
Berjalan dengan senyuman

Betapa bahagia..
Diriku bersamamu
Mutiara dunia
Dalam kasih dan harapan.
(Trhiafebrii Ramadhania)