Janganlah kau sia-siakan hidup dengan perbuatan yang tidak berguna.

Jumat, 24 Juni 2011

Pengertian Drama dan Teater

A.       Pengertian  drama
            Secara Etimologi, kata drama berasal dari  bahasa  yunani ( dram ) yang  berarti  gerak.  Menurut Wiyanto (2002:3)  Bahwa  drama  dalam  masyarakat  kita mempunyai dua  arti, yaitu  drama  dalam  arti  luas  dan  drama  dalam  arti  sempit.  Dalam arti  luas, drama  adalah  semua  bentuk  pertunjukkan  yang  mengandung  cerita, yang  biasanya dipertunjukkan di  depan  orang  banyak. sedangkan Dalam  arti  sempit,  drama  adalah  kisah  hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan ke atas  panggung, disajikan  dalam  bentuk  dialog  dan  gerak  berdasarkan  naskah,  didukung  tata  panggung,  tata lampu,  tata  musik,  tata  rias,  dan  tata  busana.  Jadi  dapat  disimpulkan  Drama  ialah  karangan yang  berbentuk skenario lengkap, semuanya  telah  diuraikan  secara rinci  oleh  penulis drama, dalam  kalimat - kalimat  yang  harus  diucapkan oleh pemain, sikap  dan  gerak - gerik  yang  harus  dimainkan oleh  pemain, tempat  adegan dalam  cerita  drama  diuraikan  secara  rinci oleh  penulisnya. Sedangkan  teater dari  bahasa  inggris  theater  yang  berarti  gedung pertunjukkan  atau  dunia  sandiwara. Kata  theater  bahasa  inggris  yang  berasal  dari  bahasa  yunani  theatron  yang  artinya  takjub  melihat ( merasa  takjub  dan  puas menyaksikan  pertunjukkan  drama yang  dipentaskan  di panggung  itu ).   Kata teater mempunyai  dua  makna.  Pertama,  teater  yang  berarti  gedung  pertunjukkan,  yaitu  tempat  diselenggaranya  suatu  pertunjukkan.  Kedua teater  yang  berarti  bentuk  pertunjukkan  yang  dipentaskan  di depan  orang  banyak.

     Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk percakapan  yang dipertunjuka oleh pelaku2nya diatas pentas dihadapan sekelompok  penonton.
Teater adalah bersipat kolektip/ kelompok teater langsung dipentaskan, kalua pada saat teater dipentaskan tidak dapat diulang lagi lain dengan drama.

Sejarah singkat drama : Drama yunani gerak. ekting dipaggung. Drama sejak zaman dahulu sudah dmainkan sejak abab kelima sebelum masehi penulisnya bernama aesehylus yang hidup antara tahun 525-456 sm.
Sejarah singkat teater : berasal dri bhs ing, theater gedung pertunjukan atau dunia sandiwara, teater tradisional ketoprak dan lenong
    
B.        Perbedaan  Antara  Drama  Dan  Teater. 
          Sebuah karya sastra yang bercerita terbagi atas dua; tutur dan tulis. Jika cerita-cerita prosa seperti legenda dan dongeng lahir dari sastra tutur kemudian dituliskan, drama adalah kebalikannya, yakni dituliskan dahulu, beru kemudian dituturkan/diperankan. Cerita drama yang sudah dipanggungkan disebut dengan teater. Oleh karena itu, pembicaraan drama kerap dikaitkan dengan teater. Tak ayal, terkadang orang menyebut drama sebagai teater dan sebaliknya, teater dikatakan dengan drama. Sejatinya, kedua hal ini tetap berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari tabel di bawah ini.
Drama
Teater
naskah
pertunjukan
penokohan
tokoh/ aktor
teks
interteks
Penulis
sutradara
Dari tabel di atas jelas bahwa dikatakan dia sebagai drama karena masih berupa naskah (di atas kertas). Artinya, drama adalah naskah yang akan dilakonkan.
Naskah lakon merupakan bahan dasar sebuah pementasan dan belum sempurna bentuknya apabila belum dipentaskan. Naskah lakon disebut juga sebagai ungkapan pernyataan penulis (playwright) yang berisi nilai-nilai pengalaman umum, juga merupakan ide dasar bagi aktor. Proses pengembangan laku bersumber dari hasil studi dan analisis isi. Hal ini dapat membangkitkan daya kreatif dalam menghayati laku secara pas, melaksanakan peran dengan takaran seimbang dalam asas keutuhan, keseimbangan serta keselarasan. Naskah sering juga disebut dengan skenario, terutama untuk film.
Dalam sebuah naskah, ada percakapan/ dialog. Berbeda dengan percakapan dalam teks prosa yang biasanya ditulis berangkai dengan narasi, pada naskah drama, percakapan ditulis terpisah menjadi dialog per tokoh yang diharapkan memerankan ucapan tersebut. Namun demikian, dalam naskah drama tetap juga memiliki narasi. Narasi dalam naskah drama biasanya ditulis memakai tanda kurung (…) atau dimiringkan (italic). Japi Tambojang dalam “Dasar-dasar Drama Turgi” memberi istilah pada percakapan sebagai wawancang dan untuk tanda kurung disebutnya dengan kramagung. Perlu diingat, ketika sebuah naskah sudah dipertunjukkan, barulah dikatakan dia sebagai teater. Tulisan dalam tanda kurung itu digunakan pemain untuk melakukan gerakan-gerakan dimaksud saat memerankan karakternya. Dengan kata lain, tulisan dalam kurung merupakan perintah dari penulis naskah untuk aktor.
Penokohan  merupakan karakter tokoh yang diinginkan dalam sebuah naskah. Kharakter ini sama seperti karakter manusia biasa: ada kejam, sadis, baik, pendiam, gila, dan sebagainya. Karakter-karakter tersebut diharapkan dapat diperankan oleh aktor (pemain) dengan maksimal agar tercapai maksud naskah. Dalam naskah drama (juga berlaku untuk film dan sandiwara) semua watak tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yaitu protagonis (tokoh baik) antagonis (tokoh jahat), dan tritagonis (tokoh pembantu). Oleh karena teks adalah sesuatu yang tampak (tertulis), pembicaraan naskah merupakan pembicaraan teks/ masih di atas kertas. Ketika berbicara interteks, berarti membicarakan maksud yang tidak tampak dari sebuah teks. Interteks merupakan perilaku yang harapkan muncul setelah melakukan interpretasi terhadap teks. Lebih mudahnya, teks merupakan unsur ekstrinsik (luar), sedangkan interteks adalah unsur intrinsik (dalam).
Penulis adalah orang yang melakukan proses kreatif yang pertama terhadap sebuah karya. Dalam hal ini kita membicarakan karya sastra drama. Jadi, penulis adalah orang yang melakukan proses kreatif menulis naskah drama. Sutradara adalah orang yang membawa naskah ke bentuk pertunjukkan. Seorang sutradara pastinya dituntut orang yang mahir melakukan interpretasi terhadap naskah, baik dari segi dialog, cerita, penokohan, sampai ke pada properti panggung. Oleh karena tanggung jawabnya yang berat itu, seorang sutradara biasanya dibantu oleh asisten sutradara. Tugas sutradara mulai dari latihan sampai selesai pementasan.

C.   Hakikat  Drama    
                    Tema 
                    Amanat
          PloKarakter / Penokoh                   
          Dialog
Setting
Bahasa
Interprestasi
                   Retorika / Ucapan, gerakan

D.       Unsur  -  unsur  drama  dan  fungsinya 
a.      Naskah  drama  adalah  karangan  yang  berisi  cerita  atau  lakon.
b.      Pemain  adalah  orang  yang  memperagakan cerita.
c.      Sutradara  adalah  pemimpin dalam  pementasan drama  sebagai  seorang  pemimpin ia  bertanggung  jawab  atas kesuksesan  pementasan  drama.                                          
d.      Tata  rias  adalah  orang mendandani  para pemain.
e.      Tata  busana  adalah  pengaturan pakaian  pemain baik  bahan model, maupun cara  menggunakannya.
f.       Tata panggung  adalah  tempat  pentas  atau  arena untuk  bermain drama
g.      Tata  lampu adalah  pengaturan  cahaya dipanggung.
h.      Tata  suara  yaitu musik  pengiring  diperlukan  agar  suasana  yang  di gambarkan  terasa  lebih  menyakinkan  bagi  para penonton.
i.        Penonton  yaitu  unsur  yang  paling  penting dalam  pementasan  drama.

E.        Jenis- jenis Drama dan  Fungsinya
       Berdasarkan  penyajian  lakon / peran  terbagi  atas  8  jenis  yaitu :
a.         Tragedi  ( sedih, duka )  adalah  drama  yang  penuh  dengan  kesedihan.
b.        komedi  ( suka  cerita )  adalah  drama  yang  lucu.
c.         Tragekomedi  adalah  perpaduan  antara  drama  tragedi  dan  komedi  antara sedih  dan  gembira.
d.        Opera / Operet   adalah  drama  yang  dialognya  dinyanyikan  dengan  diiringi  musik  yang  lucu.
e.         Melodrama   adalah   drama  yang  dialognya  diucapkan  dengan  iringan musik  yang  sedih, gembira, dan  lucu.
f.         Farce  adalah  drama  menyerupai  dagelan, tetapi  tidak  sepenuhnya dagelan ( komedi ).
g.          Tablo  adalah  jenis  drama  yang  mengutamakan  gerak.
h.        Sendratari  adalah  gabungan  antara  seni  drama  dan  seni  tari.

F.      Syarat - syarat  Aktor  dan  Aktris
       Sebagai  seorang aktor  yang  baik  haruslah memenuhi  kriteria Sebagai  berikut.
1.      Potensi  Tubuh ( haruslah menarik dan  bagus)
2.       Potensi  Driya (kepekaan terhadap  pancaindra seperti : perasa, pengecap, penglihatan, pendengaran,  dan  sebagainya)
3.       Potensi Akal (sebagai seorang actor  harus cerdik, cekatan, dan tangkas)
4.       Potensi  Hati (kepekaan terhadap  perasaan, sedih, meratap, marah, kecewa, cerewet, dan lain-lain)
5.      Potensi  Imajinasi (mempunyai daya khayalan yang tinggi, kreatif, dan impromvisasi)
6.      Potensi  Vokal (volume suara harus lantang, dan jelas)
7.       Potensi  Jiwa (dalam  memerankan setiap tokoh  harus total  dalam Mimic dan  gestur  penjiwaannya) 
A.  Pengertian Fiksi, Novel dan Cerpen
           Fiksi  ialah cerita rekaan, atau cerita yang tidak berdasarkan kejadian yang  sebenarnya ( seperti yang diceritakan ). Fiksi lebih bersifat imajinatif / cerita khayalan ( daya hayal yang tinggi, mengapa demikian karena bertujuan hanya untuk memberikan hiburan semata- mata kepada penikmat dan pembacanya.
A.  
            Novel  atau yang sering disebut dengan novelet yaitu karya sastra yang isi ceritanya lebih panjang dan memerluhkan waktu yang lama dalam membacanya, lebih rinci, dan lebih detil  dalam memahami isi ceritanya.

            Cerpen  atau cerita pendek  yang  sering di istilahkan dengan sebuah cerita yang dibaca hanya sekali duduk, lebih singkat, padat, dan cenderung ceritanya bersifat naratif, memiliki satu kejadian, satu plot dan satu amanat.

A.  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar